Friday, 20 September, 2019

Kebiasaan Para Penumpang di Pesawat


penumpang

Saya dalam satu tahun terakhir ini cukup kerap kali mengaplikasikan moda transportasi udara, dalam hal pulang kampung dengan durasi minimal sebulan sekali. Mulanya saya patut menyesuaikan diri dengan budaya dan tata tertib dalam mengaplikasikan moda transportasi udara, sesudah sukses menyesuaikan dengan ritmenya, saya jadi memandang budaya orang “Indonesia” dalam mengaplikasikan moda transportasi udara yang beberapa besar “sama”.

Berikut saya ceritakan irama budaya orang Indonesia dalam mengaplikasikan moda transportasi udara.

Baca juga : Tentang Supplier Alat Safety

Pemburu diskon
Cari diskon dan fasilitas lainnya ketika pengorderan karcis pesawat. Hal ini wajar, akupun senantiasa melaksanakannya. Memperbandingkan dengan aplikasi penyedia jasa pengorderan karcis yang satu dengan yang lain, mencari harga terendah, mencari waktu yang pas, mencari maskapai alternatif dan memanfaatkan fasilitas diskon sebesar mungkin, demi penghematan anggaran.

Berperilaku “curang”
Tradisi penumpang di ruang tunggu. Banyak penumpang berperilaku “curang” dengan meletakkan barang turunan di bangku ruang tunggu. Hal itu secara tak lantas mengurangi alokasi orang lain untuk duduk di ruang tunggu. Para penumpang macam ini senantiasa berdalih sebab barang bawaannya takut dekil maupun demi keamanan barang turunan mereka.

Hampir tiap waktu petugas jaga di airport mengingatkan, dan senantiasa ada saja penumpang yang membandel.budaya buruk berlanjut ketika panggilan boarding “tiba”, para penumpang berebut masuk, malah tak ingin antre supaya lebih dahulu masuk pesawat. Hal ini yang malahan memunculkan keruwetan baru dan malahan memperlama progres masuk pesawat.

Ruang kosong di dalam bis
Di sebagian jadwal penerbangan, disediakan bis pengantar atau penjemputan supaya penumpang tak capek berjalan kaki dari pesawat ke atau sebaliknya. Tradisi buruk beberapa besar penumpang adalah mereka mencari daerah di komponen tengah bis dengan seluruh barang turunan mereka, meski di sisi depan ataupun belakang bis terlalu kerap kali kosong.

Road Barrier

Hal ini yang menjadi salah satu penyebab lamanya pesawat terbang sebab bis patut bolak-balik lebih banyak untuk mengangkut penumpang.

Malas angkat barang
Menganggap pramugari itu “wonder woman”. Ketika berada dipesawat, banyak orang yang terkesan “memerintah” pramugari mengangkat koper penumpang untuk diletakkan di kabin, malah hal itu dikerjakan oleh seorang laki-laki. Dalam hati saya senantiasa bilang “jikalau kau tak kuat mengangangkat, ya dimasukkan bagasi saja, jangan dibawa ke kabin”.

Secara banyak penumpang yang tak berdasarkan akan peraturan berat dan volume maksimum yang boleh di bawa ke kabin, sehingga tak jarang petugas memindahkan barang turunan penumpang dari kabin ke bagasi pesawat.

Lalai akan keselamatan diri sendiri
Pesawat sukses mendarat dan masih dalam berjalan menuju spot pemberhentian, hal yang senantiasa dikerjakan oleh penumpang adalah melepas sabuk pengaman dan menyalakan hand phone mereka. Tradisi ini yang senantiasa diingatkan oleh pramugari supaya tak dikerjakan, tapi senantiasa disampingkan.

Ditambah lagi dengan satu budaya komplementer, ketika pesawat stop, penumpang yang berada di samping jalan lantas berdiri, membuka pintu kabin untuk mengambil barang. Penumpang di duduk di tengah dan dekat jendela akan berusaha berdiri dan ikut serta mengambil barang turunan di kabin.

Masih banyak budaya buruk yang dikerjakan penumpang “Indonesia” dalam penerapan moda transportasi udara, meskipun pihak maskapai dan pemerintah sebagai regulator terus bebenah. Penumpangpun harus bebenah, lebih santun dalam berbuat dan mematuhi tata tertib yang berlaku.

Hal itu tak lain dan tak bukan demi kepentingan penumpang itu sendiri, merupakan keselamatan dan akurasi waktu dalam mengaplikasikan moda transportasi udara.

Convex Mirror

0 comments on “Kebiasaan Para Penumpang di Pesawat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *