Saturday, 14 December, 2019

Merasakan Makan Malam di Tengah Laut


Mentari mulai kembali ke peraduan. Cahaya jingganya menjadi salah satu panorama menarik tersendiri yang bisa disaksikan dari atas kapal Sea Safari Cruise 9.

Baca Juga : Komodo Liveaboard

Ideal pukul 19.00 WITA, kapal mulai meninggalkan Pelabuhan Benoa. Dengan kecepatan 1 knot, ratusan penumpang bisa merasakan suasana malam di laut Bali itu. Alunan musik beraneka genre yang didendangkan secara bergantian menambah syahdu suasana.

Ribuan gemintang dan sinar lampu membikin suasana kian romantis. Variasi atraksi yang dikenalkan membikin kita tidak sadar sekiranya kapal kian menjauh dari pelabuhan. Acara stop sebentar untuk merasakan makan malam romantis di atas kapal yang seluruhnya terbuat dari kayu itu.

Malam itu, manajemen Sea Safari Cruise tengah memberikan penghargaan terhadap 120 travel agent yang selama ini berprofesi sama mensupport bergeliatnya pariwisata Bali. Demikian santap malam dengan menu makanan yang telah pasti lezat disudahi, acara hiburan kembali dilanjutkan.

Tidak terasa kapal telah kembali lagi bersandar ke pelabuhan. Artinya, dua jam telah waktu dihabiskan di atas kapal. Keseruan yang dikenalkan membikin tidak terasa sekiranya waktu telah berjalan kencang.

Sea Safari Cruise yakni satu-satunya kapal phinisi yang dipilih oleh Kementerian pariwisata dalam mensupport upaya co branding Wonderful Indonesia.

Founder Sea Safari Cruise, Zainal Abidin menerangkan, perusahaannya mempunyai janji untuk mensupport supaya pariwisata Indonesia kian kuat. Hal itu dijadikan dengan makin banyaknya program kapal pesiar ini dalam menawarkan paket tamasya yang menyadarkan masyarakat akan potensi besar pariwisata Indonesia yang dapat dipercaya untuk mensupport pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami mengamati masih banyak kesempatan yang masih terbuka di bidang pariwisata Indonesia, terlebih di sektor kelautan,” kata Zainal Abidin. Direktur Utama Sea Safari Cruise menuturkan, perusahaannya didorong oleh lima kapal phinisi adalah Sea Safari Cruise 6, Sea Safari Cruise 7, Sea Safari Cruise 8, Sea Safari Cruise 9 dan Cheng Ho Live Aboard.

Direktur Marketing Sea Safari Cruise, Eva Tanudjaja mengatakan sekiranya perusahaannya lebih banyak menyediakan paket tamasya Indonesia Timur seperti Pulau Komodo, Raja Ampat, Pulau Alor, Labuan Bajo, Sumba, Sumbawa dan lain sebagainya.

“Sejauh ini yang paling banyak merasakan paket tamasya kami merupakan turis asal Tiongkok itu yang pertama, berikutnya dalam negeri dan yang ketiga merupakan India. Selebihnya ada dari Australia, Eropa, Middle East dan sejumlah negara lain,” katanya.

Paket tamasya Indonesia Timur bukan tanpa karena dipilih. Eva menegaskan janji perusahaannya untuk terus mengenalkan potensi bahari, terlebih alam bawah laut Indonesia yang semacam itu menawan terhadap pelancong. Menurutnya, telah menjadi janji Sea Safari Cruise untuk turut ambil komponen mempromosikan pulau-pulau wilayah Indonesia Timur yang tidak keok menawan.

“Jadi, kami menyiapkan paket tour sambil bermalam di kapal kami. Ada sebagian kamar yang sudah kami sediakan. Yang membanggakan, turis asing betul-betul bersuka ria menjelajah estetika alam dan adat istiadat Indonesia Timur. Sebaliknya, turis dalam negeri justru belum banyak yang tahu. Umpamanya Raja Ampat, di mana letaknya, itu masih banyak yang belum tahu,” ujarnya.

Berdiri semenjak 1989, pada tahun ini Sea Safari Cruise telah mempersembahkan estetika alam dan adat istiadat Indonesia, terlebih di wilayah timur terhadap lebih dari 10 ribu pelancong.

“Ke depan kami akan menambah dua kapal lagi. Indonesia ini masih betul-betul luas. Banyak estetika alam dan adat istiadat yang belum banyak diketahui pelancong. Kami bermufakat menolong pemerintah untuk terus mendatangkan turis dan mempersembahkan estetika alam dan adat istiadat kita,” ujarnya.

Kunjungi Juga : Tour Papua Paradise

0 comments on “Merasakan Makan Malam di Tengah Laut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *